Dosen dan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (Piaud) Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung (IAIN SAS Babel) mengikuti Ajang Konferensi Araksa I di IAIN Madura.
Sebanyak 69 peserta dari seluruh penjuru tanah air, terdiri dari dosen, guru, dan mahasiswa, turut menggambarkan keberagaman dan semangat perubahan di dunia pendidikan anak usia dini
Dengan tema "Membangun Fondasi Unggul dan Lingkungan Belajar Ramah Anak Usia Dini," konferensi ini menciptakan suasana yang sarat makna, mendorong para peserta untuk menyumbangkan ide dan penelitian mereka demi pembangunan pendidikan yang lebih baik di Indonesia.
Dosen-dosen IAIN SAS Babel seperti Dwi Haryanti, M.Pd.I, Nurul Qomariah, M.Pd, Zonalisa Fhatri, M.Pd, Yurinda Withasari, M.Pd, Hari Kiswanto, M.Pd, dan Abdi Susanto, M.Pd, memberikan kontribusi luar biasa dalam merancang kurikulum dan mengembangkan metode pembelajaran yang inovatif.
Selain dosen, mahasiswa dari IAIN SAS Babel ikut aktif berpartisipasi. Rezki Juniarti Novitasari, Nurul Alimah, Wika Wilandari, dan Wulan Naroh membuktikan bahwa semangat dan keinginan untuk belajar tidak hanya dimiliki oleh generasi senior, tetapi juga menjadi milik generasi muda.
Pemateri terkemuka yang dihadirkan pada konferensi ini semakin mengukuhkan kualitas acara. Dr. Muqawim, M.Ag, Founder Rumah Kearifan, turut menyumbangkan pemikiran dan pengalamannya dalam pendidikan. Dr. Maulidya Ulfah, M.Pd.I, Dosen PIAUD IAIN Syekh Nurjati Cirebon, memberikan wawasan mendalam, sementara RR. Dewi Trisna, SP., S.Pd., M.Pd, Kabid Pembinaan PAUD dan PNFl Dinas Pendidikan Kab. Sampang, menghadirkan perspektif praktis dari tingkat daerah.
Acara ini semakin menyita perhatian dengan presentasi hasil artikel dari pemakalah utama. Dwi Haryanti, M.Pd.I, selaku Kaprodi Piaud memberikan wawasan dalam "Pengembangan Media Buku Pop-Up dalam Mengenalkan Huruf Tema Daerahku (Bangka Belitung) untuk Anak Usia Dini." Presentasi ini mencerminkan kepedulian terhadap pendidikan lokal yang sesuai dengan karakter anak-anak di Bangka Belitung.
Selanjutnya Nurul Qomariah, M.Pd, membahas "Inovasi Pendidikan dalam Mempertahankan Keputusan Orang Tua Memilih Jasa Pendidikan Sebelum Dan Sesudah Belajar dari Rumah (BDR)." Presentasi ini menjadi refleksi mendalam tentang perubahan paradigma dalam dunia pendidikan, terutama di era belajar dari rumah.
Zonalisa Fhatri, M.Pd, menghadirkan solusi kreatif dengan "Pembelajaran Outing Class Melalui Kegiatan Fun Cooking Dalam Mengembangkan Kreativitas Anak Usia 5-6 Tahun." Konsep outing class dan kegiatan fun cooking menjadi terobosan menarik untuk memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan.
Pentingnya peningkatan SDM dalam dunia pendidikan menjadi tema sentral dalam konferensi ini. Dosen-dosen dari IAIN SAS Babel membahas strategi dan inovasi dalam menghadapi dinamika pendidikan saat ini. Keikutsertaan mereka dalam forum ini menunjukkan komitmen tinggi terhadap peningkatan mutu pendidikan di Bangka Belitung.
Tantangan di dunia pendidikan, khususnya di Bangka Belitung, turut menjadi sorotan. Konferensi Araksa I menjadi panggung dialog yang baik untuk menggali solusi dan strategi yang dapat diterapkan dalam menghadapi dinamika ini. Melalui penelitian, pembahasan, dan gagasan inovatif, diharapkan konferensi ini memberikan kontribusi nyata dalam memajukan kualitas pendidikan di daerah tersebut.