ftar.iainsasbabel.ac.id. Bangka. Fakultas Tarbiyah (FT) Institut Agama Islam Negeri Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung (IAIN SAS Babel) mengelar acara Studium Generale (Kuliah Umum ) di Aula Gedung Terpadu IAIN SAS Babel, Selasa (24/09/2024).
Studium Generale bertajuk "Membangun Mahasiswa Unggul melalui Pendidikan Islam Berbasis Kearifan Lokal" dihadiri Direktur PPs, Wakil Dekan, Para Kaprodi, Ketua SPI, Ketua LP2M dan Ratusan Mahasiswa Baru Fakultas Tarbiyah.
Hadir dalam acara tersebut Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Raden Fatah Palembang Dr. Muhammad Isnaini, M.Pd selaku Narasumber.
Dekan Fakultas Tarbiyah, Dr. Hj. Soleha, MA, dalam sambutannya mengatakan kegiatan Studium Generale dilaksanakan bertujuan untuk mengenalkan kepada mahasiswa baru tentang lingkungan dan budaya kampus.
Selanjutnya pendidikan yang mengedepankan nilai-nilai lokal akan menghasilkan generasi yang lebih relevan dan mampu bersaing dalam era globalisasi.
"Kita perlu mengedepankan kearifan lokal sebagai fondasi pendidikan untuk menciptakan mahasiswa yang unggul," tegasnya.
Mengawali meterinya, Dr. Muhammad Isnaini, M.Pd membeberkan pentingnya integrasi kearifan lokal dalam membentuk karakter dan kompetensi mahasiswa.
"Hal ini membantu generasi muda untuk memahami dan menginternalisasi nilai-nilai yang menjadi identitas dan kebanggaan masyarakat mereka. Kearifan lokal juga memainkan peran penting dalam menjaga nilai-nilai moral masyarakat," ujarnya.
Sebagai sistem nilai yang hidup di dalam komunitas, kearifan lokal berisi norma-norma yang mengatur perilaku individu dalam masyarakat.
Nilai-nilai seperti gotong royong, saling menghormati dan menjaga harmoni dengan alam adalah beberapa contoh kearifan lokal yang menjadi pedoman moral dalam kehidupan sehari-hari.
Ia mendapatkan mendapatkan respon positif dari peserta dalam sesi diskusi, mahasiswa menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan mengajukan berbagai pertanyaan mengenai penerapan konsep pendidikan berbasis kearifan lokal dalam konteks sehari-hari.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi dalam menciptakan generasi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan berakar pada nilai-nilai lokal.
Di akhir, Muhammad Isnaini mengatakan kolaborasi antara perguruan tinggi, tokoh masyarakat, dan lembaga adat merupakan strategi yang penting untuk memperkaya materi pembelajaran, khususnya dalam konteks pendidikan berbasis kearifan lokal.
Melibatkan tokoh masyarakat dan lembaga adat dalam proses pendidikan dapat memberikan perspektif yang lebih kaya dan mendalam tentang budaya, tradisi, dan nilai-nilai lokal yang seringkali tidak tercakup dalam kurikulum formal.
engan suksesnya acara ini, Fakultas Tarbiyah menunjukkan komitmennya untuk terus berinovasi dalam pendidikan yang relevan dengan masyarakat dan lingkungan.