PRODI PBA FAKULTAS TARBIYAH AJAK SANTRI PRAKTIK KOMUNIKASI BAHASA ARAB DENGAN NATIVE SPEAKER

avatar Humas Tarbiyah
Humas Tarbiyah

89 x dilihat
PRODI PBA FAKULTAS TARBIYAH AJAK SANTRI PRAKTIK KOMUNIKASI BAHASA ARAB DENGAN NATIVE SPEAKER

https://ftar.iainsasbabel.ac.id Bangka. Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Fakultas Tarbiyah IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Pondok Pesantren At-Toybah Balunijuk, Sabtu (14/10/2024).

Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Arab santri melalui pendekatan komunikatif dan praktik langsung dengan native speaker.

Pengabdian ini dilaksanakan melalui tiga tahapan, tahap persiapan, pelaksanaan dan evaluasi yang melibatkan pengajaran bahasa arab yang interaktif. Santri berkesempatan berkomunikasi secara langsung dengan penutur asli. 

Narasumber Native Speaker pertama, Ibrahim Ali Hasan (Palestina) alumni S2 jurusan tafsir hadits Malaysia, sekarang menempuh doktoralnya di Malaysia. Narasumber kedua, Nur Ali Hasan (Palestina) alumni S.2 jurusan Bahasa Arab di Universitas Quds Palestina, sekarang tinggal di Libya

Selain itu hadir juga dosen dan mahasiswa PBA yaitu Ustadz Iskandi, M.Pd.I, Ustadz Dody Irawan, M.Pd, Tingsin, dan Syahrul Ramadhan yang ikut memfasilitasi sesi kegiatan, penerjemah, serta latihan berbicara sehingga santri dapat merasakan pengalaman belajar yang menyenangkan dan efektif serta interaktif. 

Kepala MA At-Toybah, Ustadz Amir Syuhada menyambut baik inisiatif ini dan berharap kegiatan tersebut dapat memotivasi santri untuk lebih aktif belajar bahasa arab.

“Kami berterima kasih atas kerjasama ini, semoga dapat meningkatkan keterampilan komunikasi santri dalam bahasa arab,” ujarnya.

Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penguasaan bahasa, tetapi juga bertujuan untuk membuka peluang santri yang gemar bahasa arab untuk meneruskan studinya di Prodi Bahasa Arab pada Fakultas Tarbiyah IAIN SAS Bangka Belitung guna mengembangkan kemampuan bahasa arab, sosial dan budaya dengan tidak meninggalkan kearifan lokal

Dengan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan kegiatan serupa dapat terus diadakan untuk kemajuan pendidikan bahasa arab di Bangka Belitung khususnya, dan Indonesia pada umumnya.